Kisah Penyihir Pemakan Anak-Anak
Solomon Blink (11 tahun) dan adiknya Constance Blink (8 tahun) pindah ke kota bernama Schoneberg di pertengahan musim panas pada bulan Agustus. Sol adalah seorang anak cerdas dan sangat tertarik …
Baca Selengkapnya »CERPEN | TIP MENULIS | RESENSI | DAN OMONG KOSONG LAINNYA
Solomon Blink (11 tahun) dan adiknya Constance Blink (8 tahun) pindah ke kota bernama Schoneberg di pertengahan musim panas pada bulan Agustus. Sol adalah seorang anak cerdas dan sangat tertarik …
Baca Selengkapnya »Manusia memang mahluk dengan berjuta keinginan. Keinginan-keinginan yang tidak pernah terpuaskan sepanjang hayat masih dikandung badan, sepanjang tubuh belum berkalang tanah dan dimakan cacing. Karena …
Baca Selengkapnya »
Ketika saya menjadi pembicara di acara bertajuk “Motivasi Penulisan” yang diadakan oleh LPM sebuah universitas di Bandung, saya banyak membahas tentang bagaimana cerpen yang bagus, …
Baca Selengkapnya »
Jam 12 malam tepat. Aku telah selesai berdandan dan memakai wewangian. Saatnya pergi menemui pacarku sesuai perjanjian lewat pesan singkat beberapa menit yang lalu. Ayah dan Ibu pastilah sudah …
Baca Selengkapnya »Membaca Partikel seperti membaca sebuah jurnal biologi yang dikemas dengan bungkus menarik. Jika dibandingkan dengan seri Supernova yang lain, Partikel adalah episode paling biasa menurut saya. Meski …
Baca Selengkapnya »Seperti yang sudah sering kukatakan, menulis adalah pekerjaan setelah membaca. Kita tidak akan bisa menulis andai tidak membaca. But I never read any single book again!
Baca Selengkapnya »
Ketika mendapat kabar bahwa cerpen saya yang berjudul “Kaki-Kaki Hujan” dimuat di harian Pikiran Rakyat edisi 1 April 2012, reaksi pertama saya adalah: ah yang bener?
Baca Selengkapnya »